Surat Kabar Kertasmu

Menyisir kabur demi kebenaran, selembar halaman pertama dunia yang terbuka di jemarimu setiap pagi.

K
KERTASMU
[ IT/Sains ]

Dari 'Tanpa Rumah' ke 'Rumah Baru': Evolusi Media Sosial yang Mengubah Wajah Informasi...

2026.05.08 01:41
0 0

🤖Laporan ini dirangkum oleh AI Kertasmu.
AI SUMMARY INSIGHTS
  • 1Istilah 'homeless media' kini jadi sorotan, merujuk pada kreator konten digital yang eksis di platform sosial. 📱
  • 2Transformasi ini membuka jalan bagi 'new media' yang menjangkau publik luas lewat kanal digital. 🚀
  • 3Pentingnya merangkul pelaku new media agar kontennya semakin berkualitas dan berprinsip. 👍
  • 4Fenomena ini lahir dari interaksi manusia dengan teknologi, mengubah cara kita mengakses dan menyebarkan informasi. 💡
  • 5Generasi Z pun kian aktif terlibat, menjadikan media sosial sebagai arena diskusi dan pembentuk opini. 🗣️
Istilah 'homeless media' mendadak mencuat ke permukaan setelah disebut oleh Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, pada Rabu, 6 Mei 2026. Istilah ini merujuk pada para pelaku 'new media' yang aktif menyebarkan informasi melalui platform media sosial. Qodari mengamati adanya transformasi dari 'homeless media' menuju 'new media', yang memiliki kemampuan jangkauan publik lebih luas melalui kanal digital. Ia menekankan pentingnya merangkul pelaku 'new media' agar kualitas konten mereka meningkat, sejalan dengan prinsip 'cover both side' yang dipegang teguh oleh media konvensional.

Kemunculan 'new media' ini merupakan buah dari interaksi intens antara manusia dengan teknologi komputer dan internet. Fenomena ini semakin diperjelas melalui jurnal berjudul "Homeless Media Sebagai Sarana Informasi di Instagram; Preferensi Generi Z dalam Pemilihannya" oleh Marsella Jelita Azzahra dan Siti Masitoh. Secara etimologis, 'new media' berasal dari kata 'new' (baru) dan 'media' (alat penyampai pesan). 'New media' secara umum merujuk pada media yang memanfaatkan teknologi digital untuk menyampaikan informasi, memfasilitasi interaksi, dan membangun komunitas.

Sebelum istilah 'new media' populer, konsep 'homeless media' lebih dulu diperkenalkan oleh Kennedy pada tahun 2017. Tujuannya adalah untuk menggambarkan media yang beroperasi tanpa situs web resmi, dan sepenuhnya mengandalkan platform media sosial sebagai basis utama penyebaran konten. 'Homeless media', atau media tanpa rumah, seringkali berbentuk jurnalisme yang fokus pada penyebaran informasi melalui media sosial seperti Instagram. Salah satu karakteristik utamanya adalah ketidakjelasan struktur atau basis operasional yang formal.

Fenomena ini muncul sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan sumber informasi yang akurat dan mudah diakses di era digital. Lebih dari itu, 'homeless media' memberikan ruang bagi individu untuk menyebarkan berita tanpa melalui proses editorial yang ketat seperti media tradisional. Hal ini berpotensi memberikan platform bagi suara-suara yang sering terpinggirkan dalam pemberitaan arus utama. Dalam perspektif yang lebih luas, 'homeless media' dapat dipandang sebagai respons terhadap ketidakadilan sosial dan ekonomi, bahkan sebagai bentuk perlawanan terhadap struktur kekuasaan yang ada. Secara umum, 'homeless media' kerap digunakan untuk mempromosikan produk, acara, tujuan kuliner, pariwisata, atau bahkan agenda politik. Dengan menciptakan dan mendistribusikan konten di platform mereka sendiri, individu yang terpinggirkan mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan ketidakpuasan terhadap kondisi yang mereka hadapi.

Jurnal yang sama menyoroti peran signifikan 'homeless media' dalam penyebaran informasi, terutama di era digital yang serba cepat dan berbasis interaksi pengguna. Beberapa peran utamanya meliputi:

💬 Akses Informasi Tanpa Batas: 'Homeless media' memungkinkan siapa saja untuk mengakses informasi tanpa harus bergantung pada institusi media tradisional.
🚀 Penyebaran Kilat: Dengan memanfaatkan algoritma media sosial, informasi dapat menyebar dengan sangat cepat ke berbagai lapisan masyarakat.
🗣️ Keterlibatan Generasi Z: Generasi Z cenderung sangat aktif dalam mengomentari, membagikan, dan mendiskusikan informasi yang mereka peroleh melalui 'homeless media'.
🌟 Sudut Pandang Alternatif: 'Homeless media' memberdayakan individu untuk menjadi pewarta berita independen, menyajikan perspektif alternatif yang mungkin terlewatkan oleh media arus utama.
👥 Suara Kelompok Minoritas: Platform 'homeless media' sering menjadi wadah bagi kelompok minoritas atau mereka yang suaranya kurang terwakili dalam media tradisional untuk berbicara dan berbagi pengalaman.

Kesimpulan dari jurnal tersebut menegaskan bahwa 'homeless media' memainkan peran krusial dalam penyebaran informasi di Instagram. Peran ini mencakup pembentukan perspektif baru, pengangkatan isu-isu yang jarang dibahas oleh media arus utama, fokus pada pemberitaan lokal, dan kemampuan membentuk opini publik di kalangan Generasi Z.

Beberapa contoh 'homeless media' di Indonesia yang disebutkan dalam konteks ini antara lain:
- Akun-akun influencer di Instagram yang fokus pada niche tertentu.
- Channel YouTube independen yang membahas isu-isu sosial atau politik.
- Grup-grup diskusi di platform media sosial yang aktif berbagi berita dan analisis.

🧐 Poin Penting: Transformasi dari 'homeless media' ke 'new media' menunjukkan pergeseran lanskap informasi yang semakin terdesentralisasi dan partisipatif, menuntut adaptasi dari semua pihak untuk memastikan kualitas dan keberimbangan informasi di masa depan.

Referensi

Sumber
detikcom
Waktu
2026-05-07 | 21:00
Apa itu Homeless Media? Ini Pengertian, ... 
character

Komentar 0

Buat Polling

Belum ada komentar..🥺
Jadilah yang pertama untuk meninggalkan komentar!