Profile
KERTASMU

Rupiah Masih Undervalue? Ini 7 Jurus Sakti BI Kawal Kurs di Era Presiden Prabowo

2026.05.05 22:15
0 957

🤖Ringkasan profesional ini disusun oleh AI berdasarkan sumber berita terverifikasi.
AI SUMMARY INSIGHTS
  • 1Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini sangat kuat meski rupiah sedang tertekan 📈
  • 2Pemerintah dan Bank Indonesia telah menyusun tujuh langkah strategis untuk menstabilkan nilai tukar rupiah 🛡️
  • 3Tekanan jangka pendek dipicu oleh faktor eksternal global dan kebutuhan musiman seperti dividen serta ibadah haji ✈️
  • 4BI memastikan cadangan devisa dalam kondisi aman untuk melakukan intervensi pasar secara agresif 💰
  • 5Langkah ini mencakup pengetatan aturan pembelian valas hingga diversifikasi mata uang untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS 🌏
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, memberikan sinyal optimisme di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini. Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Perry menegaskan bahwa posisi rupiah saat ini sebenarnya berada di bawah nilai wajarnya atau undervalue. Keyakinan ini didasarkan pada fundamental ekonomi domestik yang kokoh, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, serta cadangan devisa yang solid.

💬 Menghadapi Tekanan Global dan Musiman
Meskipun fundamental kuat, Perry mengakui adanya tekanan jangka pendek yang tidak bisa dihindari. Faktor global seperti kenaikan harga minyak dunia, suku bunga Amerika Serikat yang tinggi, serta penguatan dolar AS menjadi tantangan utama. Selain itu, terdapat faktor musiman yang rutin terjadi pada periode April hingga Juni, yakni meningkatnya permintaan dolar untuk pembayaran dividen perusahaan, pelunasan utang luar negeri, hingga kebutuhan operasional ibadah haji.

💰 Tujuh Langkah Strategis Menjaga Stabilitas
Untuk meredam gejolak tersebut, Bank Indonesia telah menyiapkan tujuh langkah taktis yang telah mendapat restu Presiden:

Pertama, BI melakukan intervensi pasar valas secara intensif, baik di pasar domestik maupun pasar offshore global seperti Hong Kong, Singapura, London, dan New York melalui skema DNDF dan NDF.

Kedua, optimalisasi instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal asing (capital inflow) guna menyeimbangkan tekanan arus keluar di pasar saham dan SBN.

Ketiga, penguatan koordinasi dengan pemerintah melalui pembelian SBN di pasar sekunder yang telah mencapai Rp123,1 triliun sejak awal tahun.

Keempat, menjaga likuiditas perbankan tetap longgar dengan pertumbuhan uang primer yang mencapai dua digit.

Kelima, pengetatan aturan pembelian valas. BI menurunkan batas pembelian valas tanpa underlying dari US$100.000 menjadi US$50.000 per bulan, dan berencana menurunkannya kembali hingga US$25.000 per bulan.

Keenam, mendorong diversifikasi mata uang melalui Local Currency Settlement (LCS), seperti penggunaan yuan dalam perdagangan dengan China untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS.

Ketujuh, peningkatan pengawasan ketat terhadap bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar dalam volume tinggi, bekerja sama dengan OJK untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

🧐 Poin Penting: Langkah BI menunjukkan pergeseran ke arah kebijakan yang lebih protektif dan proaktif. Fokus pada diversifikasi mata uang (LCS) dan pengetatan aturan pembelian valas menjadi sinyal bahwa Indonesia ingin meminimalisir dampak volatilitas dolar AS dalam jangka panjang. Investor perlu memantau efektivitas intervensi offshore BI di pusat keuangan global sebagai indikator utama stabilitas rupiah ke depan.
Referensi
Source: Bisnis.com EkonomiDate: 2026-05-05 21:39URL: Perry Ungkap 7 Jurus Jaga Stabilitas Nil... 

Komentar 0

Buat Polling

mb_no_comments

Nomor Judul Penulis Tanggal Jumlah Rekomen Jumlah Dibaca
0 Bingung Mau Nonton Apa? Ini 6 Rekomendasi Tayangan Terbaru di Vidio yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!
K
KERTASMU
2026.05.05 0 235
1 Kuliah Sambil Magang? PMB Gelombang 3 Universitas Nusa Mandiri Resmi Dibuka untuk Generasi Digital!
K
KERTASMU
2026.05.05 0 160
2 Diterpa Isu Video Syur Mirip Dirinya, Jessica Iskandar Akhirnya Buka Suara
K
KERTASMU
2026.05.05 0 576
3 Dua Tahun Kasus Pencabulan di Pati Menggantung, Fraksi PDIP Desak Tindakan Tegas Aparat
K
KERTASMU
2026.05.05 0 386
4 ShortPro Targetkan Pertumbuhan 1500 Persen di Asia Tenggara Sebelum Akhir 2025
T
Tabloidbintang.com
2026.05.05 0 88
5 Siapa Nahkoda Baru Bursa Efek Indonesia? 28 Nama Kandidat Siap Berebut Kursi Direksi 2026-2030
K
KERTASMU
2026.05.05 0 503
6 Danantara Resmi Masuk GoTo: Era Baru Kesejahteraan Driver Ojol Dimulai?
K
KERTASMU
2026.05.05 0 575
7 Rupiah Tertekan di Level Rp17.409, Pemerintah Siapkan Jurus 'Swap' Mata Uang
K
KERTASMU
2026.05.05 0 808
8 Ekonomi Indonesia Melesat 5,61%: Airlangga Hartarto Klaim Kalahkan Raksasa G20
K
KERTASMU
2026.05.05 0 765
9 Fenomena Sosial di Makassar: Saat Ruang Publik Menjadi Sorotan Kebijakan
K
KERTASMU
2026.05.05 0 488
10 ABG 12 Tahun di Palembang Diperkosa OTK, Ortu: Saya Syok
d
detikcom
2026.05.05 0 77
11 Momen Ikonik Jennie BLACKPINK di Met Gala 2026: Ekspresi yang Bikin Internet Geger!
K
KERTASMU
2026.05.05 0 171
12 Drama Sertifikat Mualaf dr. Richard Lee Resmi Dicabut: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
K
KERTASMU
2026.05.05 0 66
Rupiah Masih Undervalue? Ini 7 Jurus Sakti BI Kawal Kurs di Era Presiden Prabowo
K
KERTASMU
2026.05.05 0 957
14 Skandal Infrastruktur Sumut: Mengapa Proyek Jalan Masih Menjadi Lubang Hitam Anggaran?
K
KERTASMU
2026.05.05 0 651
15 Bukan Sekadar Olahraga, Ini Alasan Pilates Jadi Rahasia Bugar Generasi Masa Kini
K
KERTASMU
2026.05.05 0 333
16 1.810 Titik Perlintasan Kereta Jadi Fokus Utama: Akhir dari Cerita Kelam di Rel Indonesia?
K
KERTASMU
2026.05.05 0 657
17 Lampu Kuning Manufaktur: Saatnya Pemerintah Turun Tangan Sebelum Badai PHK?
K
KERTASMU
2026.05.05 0 172
18 Bukan Sekadar Sepi, Ini Alasan Mengapa 'Feeling Lonely' Jadi Tantangan Mental Generasi Z
K
KERTASMU
2026.05.05 0 311
19 Bogor Bidik Juara: Ketua DPRD Turun Langsung Kawal Persiapan Atlet Menuju Porprov Jabar 2026
K
KERTASMU
2026.05.05 0 403